Usaha pembibitan ayam kampung dinilai layak dijalankan dan prospeknya cukup " peluang besar": Hal ini disebabkan beberapa faktor pendukung, di antaranya permintaan dari konsumen terus meningkat, ayam lebih cepat dipanen, perputaran modal cepat, serta harga jual lebih tinggi dan stabil.
Selain itu, ada keunggulan lain dalam penjalankan usaha ini, yakni kepemilikan peternakan ayam kampung diatur oleh kebijakan pemerintah. Kebijakan tersebut menyatakan bahwa usaha ayam kampung hanya dapat dikembangkan oleh peternakan rakyat dari usaha pembibitan hingga pembesaran. Kebijakan ini sekaligus melindungi peternakan milik rakyat, tanpa harus khawatir tergilas oleh industri besar. Adapun strategi yang kita lakukan beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi, kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :
·
Bibit
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 90% dalam keberhasilan suatu
usaha peternakan. Bibit ayam kampung, dapat diperoleh dengan cara : membeli ayam
kampung langsung dari pembibit atau telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau
membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik
secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan
sisi negatif dan positif cara mendapatkan ayam kampung karena akan memerlukan
halaman yang panjang nantinya. Secara singkat ayam kampung yang sehat dan baik
mempunyai kriteria sebagai berikut :- Mata bersinar.
- Pusar terserap sempurna.
- Bulu bersih dan mengkilap.
- Tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.
·
Pakan
Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 90%
dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya
sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur
atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat,
dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant
remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau
memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam
kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar
2500 Kkal/kg.
Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai
berikut :
* 7
gram/per hari sampai umur 1 minggu
* 19 gram/per hari
sampai umur 2 minggu
* 34 gram/per hari
sampai umur 3 minggu
* 47 gram/per hari
sampai umur 4 minggu
* 58 gram/per hari
sampai umur 5 minggu
* 66 gram/per hari
sampai umur 6 minggu
* 72 gram/per hari
sampai umur 7 minggu
* 74 gram/per hari
sampai umur 8 minggu
Sedangkan air diberikan secara teratur dan pada tahap-tahap awal
pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika tujuan nya agar lebih
tahan dari penyakit.
·
kandangan
Syarat kandang yang baik
:
·
Jarak kandang dengan
permukiman minimal 5 m
·
Tidak lembab dan sinar
matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih
lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar
angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang. Penyucihamaan kandang dan
peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan
menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu
sendiri.
·
Banyak pilihan jenis
desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.
Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang
ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 5-8 m dan panjang
kandang tidak lebih dari 60 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya
tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 40-50
ekor ayam kampung sampai umur 3 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai
dengan bertambahnya umur ayam. Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk
postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam,
serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari
dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap
menggunakan genteng atau asbes.
Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase
starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase
starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau
juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar
antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti
model pemeliharaan ayam potong.Manajemen Pemeliharaan
Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi
dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas
serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu
usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem
pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
1. Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan
kesehatan
2. Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada
kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
3. Intensif (dikandangkan seperti ayam potong), ada kontrol pakan dan
kesehatan dengan ketat.
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan
dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak
lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat
menguraikannya di sini.
Pengendalian Penyakit
Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita
semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”.
Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :
1. Menjaga sanitasi
lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
2. Pemberian pakan yang
fresh dan sesuai kebutuhan ternak
3. Melakukan vaksinasi
secara teratur
4.Pemilihan lokasi
peternakan di daerah yang bebas penyakit
5. Manajemen
pemeliharaan yang baik
6. Kontrol terhadap binatang
lain.
keuntungan yang kita dapat dapat menikmati telur nya untuk menambah protein keluarga.
Demikian cara beternak ayam kampung pedaging,
semoga dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan menjadikan cara
beternak kita lebih baik.









